Metode Induksi dan Deduksi
Masalah yang banyak menggunakan metoda deduksi adalah kasus-kasus yang diselesaikan oleh detektif[1]. Teori IPA banyak disimpulkan menggunakan penalaran induktif (induksi), sedangkan matematika dikenal bersifat deduktif aksiomatis[2].
Misalkan salahsatu contohnya adalah ketika thomas alva edison menemukan lampu dengan cara menggunakan metoda induktif, dia mencoba lampunya sampai menemukan lampu yang sesuai dengan keinginannya.
Aksioma adalah suatu pernyataan yang bisa dilihat kebenarannya tanpa perlu adanya bukti[3].
Penelitian deduktif, yaitu penelitian yang bertujuan menguji teori pada keadaan tertentu. Penelitian induktif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan (generating) teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta.[4]
http://www.eou.edu/soctheory/images/wheelofscience.JPG
Hipotesis disusun secara deduktif menggunakan premis-premis dari ilmu yang sudah diketahui kebenarannya, sebagai dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu masalah. Proses induksi dilakukan pada tahap verifikasi atau pengujian hipotesis, dimana dilakukan pengumpulan fakta-fakta empiris untuk menilai apakah hipotesis didukung oleh fakta (dapat dibuktikan) atau tidak[5]
[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Pembuktian_melalui_deduksi
[2] fadjarp3g.files.wordpress.com/2008/06/07-deduksi_limas_.pdf
[3] http://id.wikipedia.org/wiki/Aksioma
[5] http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/1787024-logika-deduksi-dan-induksi/